1. Makna
dari ungkapan :
a. Character
is what you are in the dark
Jawab
:
Karakter
seringkali dikenal sebagai sifat, watak atau tabiat dari seseorang yang
membedakannya dengan orang lain. Karakter ini melekat dalam diri orang tersebut
dan tidak dapat dipisahkan barang sedetikpun. Orang dapat dikenal dari karakter
yang dimilikinya. Karakter dapat mencerminkan kepribadian seseorang secara
utuh.
Karakter adalah titian
ilmu pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill).
Pengetahuan tanpa landasan kepribadian yang benar akan menyesatkan dan
keterampilan tanpa kesadaran diri akan menghancurkan. Karena itu, karakter
menjadi prasyarat dasar dan integral. Karakter itu akan membentuk motivasi,
pada saat yang sama karakter dibentuk dengan metode dan proses yang
bermartabat. Karena itu, karakter bukan sekadar penampilan lahiriah, melainkan
secara implisit mengungkapkan hal-hal tersembunyi.
Itu sebabnya
orang mendefinisikan karakter sebagai ”siapa Anda dalam kegelapan”( character
is what you are in the dark). Jika pembentukan karakter yang sehat dan
benar itu membutuhkan suatu proses, pantaslah kita bertanya bagaimana caranya?
Secara singkat,
pendidikan karakter bisa diartikan sebagai sebuah bantuan sosial agar individu
itu dapat tumbuh dalam menghayati kebebasannya dalam hidup bersama dengan orang
lain dalam dunia. Karakter yang baik mencakup pengertian,
kepedulian, dan tindakan berdasarkan nilai-nilai etika, meliputi aspek
kognitif, emosional, dan perilaku dari kehidupan moral.
b. Character
is the jewel of human life
Jawab
:
Karakter
sebagai suatu proses berawal dari jati diri yang merupakan fitrah manusia yang
mengandung sifat-sifat dasar yang diberikan oleh Tuhan dan merupakan potensi
yang dapat memancar dan ditumbuhkembangkan. Dapat kita gambarkan bahwa jati
diri yang merupakan potensi itu adalah dapat disamakan dengan sebuah batu
permata yang belum terbentuk, yang perlu dipotong, diasah dan digosok untuk
dapat memancar sebagai permata yang bersinar. Memotong, mengasah dan menggosok
adalah wujud dari pembangunan karakter, dimana ada pengaruh lingkungan, ada
upaya mengaktualisasikan potensi dari dalam serta adanya internalisasi
nilai-nilai dari luar. Ini yang akan menghasilkan karakter atau batu permata
yang bersinar secara cemerlang. Karakter inilah yang akan melandasi sikap dan
perilaku kita yang dapat menghasilkan tampilnya perilaku seperti budi pekerti
ataupun akhlak maupun penampilan bermoral yang memiliki daya juang untuk
mencapai suatu tujuan yang mulia.
Jadi, seorang yang berkarakter tidak cukup hanya sebagai seorang yang baik saja, tetapi orang berkarakter adalah orang yang baik, mampu menggunakan nilai baik tersebut melalui suatu daya juang mencapai tujuan mulia yang dicanangkan.
Jadi, seorang yang berkarakter tidak cukup hanya sebagai seorang yang baik saja, tetapi orang berkarakter adalah orang yang baik, mampu menggunakan nilai baik tersebut melalui suatu daya juang mencapai tujuan mulia yang dicanangkan.
2. Menurut
K. H. Dewantara, ada Tri Pusat Pendidikan, yaitu lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Jelaskan dengan suatu contoh
peran masing-masing lingkungan tersebut.
Jawab
:
a. Lingkungan
keluarga
Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua yang bersifat informal, yang pertama dan utama yang di
alami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodratif orang tua
bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi dan mendidik anak agar tumbuh
dan berkembang dengan baik. Secara
sederhana keluarga di artikan sebagai kesatuan hidup bersama yang
pertama di kenal anak, dan karena itu di sebut primary community.
Pendidikan keluarga ini berperan :
-
Sebagai
pengalaman pertama masa kanak-kanak. Orang tua sebagai wahana
untuk mendidik, mengasuh dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan
seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik,
serta, memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga
sejahtera.
- Menjamin kehidupan emosional anak.
- Menanamkan dasar pendidikan moral
- Menanamkan dasar pendidikan sosial
- Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak
b. Lingkungan
sekolah
Sekolah
merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan.
Karena kamajuan zaman, maka keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh
kebutuhan dan aspirasi anak terhadap iptek. Semakin maju suatu masyarakat,
semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk
dalam proses pembangunan masyarakat itu.
Dalam lingkungan pendidikan sekolah ini anak di persiapkan unuk memecahkan berbagai masalah hidup, seperti mengurus kesehatannya, mencari pekerjaan, bergaul dengan orang lain yang bukan anggota keluarga, mengurus barang-barang yang menjadi miliknya mempertahankan diri dari ancaman berbagai ancaman, dan mengenal dirinya sendiri.
Dalam lingkungan pendidikan sekolah ini anak di persiapkan unuk memecahkan berbagai masalah hidup, seperti mengurus kesehatannya, mencari pekerjaan, bergaul dengan orang lain yang bukan anggota keluarga, mengurus barang-barang yang menjadi miliknya mempertahankan diri dari ancaman berbagai ancaman, dan mengenal dirinya sendiri.
Sekolah
memiliki peran :
-
Pengajaran
yang mendidik
Yaitu pengajaran yang serentak memberi
peluang pencapaian tujuan intruksional bidang studi dan tujuan-tujuan umum
pendidikan lainnya. Dalam upaya mewujudkan pengajaran yang mendidik, perlu
dikemukakan bahwa setiap keputusan dan tindakan guru dalam rangka kegiatan
belajar mengajar akan membawa berbagai dampak atau efek kepada siswa.
-
Peningkatan dan pemantapan program
bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah.
Seperti diketahui, bidang garapan program BP adalah perkembangan pribadi peserta didik, khususnya aspek sikap dan perilaku atau kawasan afektif.
Seperti diketahui, bidang garapan program BP adalah perkembangan pribadi peserta didik, khususnya aspek sikap dan perilaku atau kawasan afektif.
-
Pengembangan perpustakaan sekolah
Perpustakaan
sekolah merupakan salah satu pusat sumber belajar, yang mengelola bukan hanya
bahan pustaka tetapi juga berbagai sumber belajar lainnya.
c. Lingkungan
masyarakat
Lingkungan masyarakat akan memberikan peranan yang sangat berarti dalam
diri anak, apabila di wujudkan dalam proses dan pola yang tepat. Tidak semua
ilmu pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dapat di kembangkan oleh sekolah
ataupun dalam keluarga, karena keterbatasan.
Peranan
lingkungan masyarakat antara lain :
-
Menanamkan norma-norma sosial budaya
Dimasyarakat terdapat norma-norma yang harus
diikuti oleh warganya dan norma-norma itu berpengaruh dalam pembentukan
kepribadian warganya dalam bertindak dan bersikap. Dan norma-norma tersebut
merupakan aturan-aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada generasi berikutnya.
Penularan-penularan itu dilakukan dengan sadar dan bertujuan, hal ini merupakan
proses dan peran pendidikan dalam masyarakat.
-
Masyarakat
adalah salah satu lingkungan pendidikan yang berpengaruh besar terhadap
perkembangan pribadi seseorang. Pandangan hidup, cita-cita bangsa, dan
perkembangan ilmu pengetahuan akn mewarnai keadaan masyarakat tersebut. Dengan
pendidikan di lingkungan masyarakat ini mereka diajarkan konsep-konsep dan
sikap tingkah laku dalam pergaulan hidup bersama dalam masyarakat.
3. Core
ethical values yang diajarkan si AS, tidak mengaitkannya dengan agama. Kenapa
demikian, berikan tanggapan anda.
Jawab
:
Barat menyandarkan pendidikan
karakter pada nilai-nilai universalitas yang bisa berubah – ubah sesuai
kebutuhan zamannya. Nilai universalitas yang distandarkan pada baik dan buruk
menurut persepsi manusia, nilai yang pada masa dan kondisi tertentu dapat
diputuskan oleh penguasa sebuah Negara, nilai yang menurut mereka absolute,
permanen dan bisa diterima oleh semua manusia; lintas agama, suku dan golongan.
Barat sama sekali tidak menghubungkan nilai moral dan etika dengan agama. James
Arthur menyebutkan bahwa pembentukan karakter ada tiga unsur, yaitu; 1)
Pendidikan fisik, 2) pendidikan intelektual dan 3) pendidikan moral. Menurutnya
pendidikan moral atau karakter tidak bisa dilepaskan dari nilai, dan nilai
bersifat relatif, cair dan dapat berubah. Bahkan menurut kaum Marxis
nilai-nilai dalam karakter dapat diputuskan oleh penguasa.