Senin, 30 Mei 2016

Bahan Kuliah Pendidikan Karakter



1.      Makna dari ungkapan :
a.       Character is what you are in the dark
Jawab :
Karakter seringkali dikenal sebagai sifat, watak atau tabiat dari seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Karakter ini melekat dalam diri orang tersebut dan tidak dapat dipisahkan barang sedetikpun. Orang dapat dikenal dari karakter yang dimilikinya. Karakter dapat mencerminkan kepribadian seseorang secara utuh.
Karakter adalah titian ilmu pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill). Pengetahuan tanpa landasan kepribadian yang benar akan menyesatkan dan keterampilan tanpa kesadaran diri akan menghancurkan. Karena itu, karakter menjadi prasyarat dasar dan integral. Karakter itu akan membentuk motivasi, pada saat yang sama karakter dibentuk dengan metode dan proses yang bermartabat. Karena itu, karakter bukan sekadar penampilan lahiriah, melainkan secara implisit mengungkapkan hal-hal tersembunyi.
Itu sebabnya orang mendefinisikan karakter sebagai ”siapa Anda dalam kegelapan”( character is what you are in the dark). Jika pembentukan karakter yang sehat dan benar itu membutuhkan suatu proses, pantaslah kita bertanya bagaimana caranya?
Secara singkat, pendidikan karakter bisa diartikan sebagai sebuah bantuan sosial agar individu itu dapat tumbuh dalam menghayati kebebasannya dalam hidup bersama dengan orang lain dalam dunia. Karakter yang baik mencakup pengertian, kepedulian, dan tindakan berdasarkan nilai-nilai etika, meliputi aspek kognitif, emosional, dan perilaku dari kehidupan moral.

b.      Character is the jewel of  human life
Jawab :
Karakter sebagai suatu proses berawal dari jati diri yang merupakan fitrah manusia yang mengandung sifat-sifat dasar yang diberikan oleh Tuhan dan merupakan potensi yang dapat memancar dan ditumbuhkembangkan. Dapat kita gambarkan bahwa jati diri yang merupakan potensi itu adalah dapat disamakan dengan sebuah batu permata yang belum terbentuk, yang perlu dipotong, diasah dan digosok untuk dapat memancar sebagai permata yang bersinar. Memotong, mengasah dan menggosok adalah wujud dari pembangunan karakter, dimana ada pengaruh lingkungan, ada upaya mengaktualisasikan potensi dari dalam serta adanya internalisasi nilai-nilai dari luar. Ini yang akan menghasilkan karakter atau batu permata yang bersinar secara cemerlang. Karakter inilah yang akan melandasi sikap dan perilaku kita yang dapat menghasilkan tampilnya perilaku seperti budi pekerti ataupun akhlak maupun penampilan bermoral yang memiliki daya juang untuk mencapai suatu tujuan yang mulia.
Jadi, seorang yang berkarakter tidak cukup hanya sebagai seorang yang baik saja, tetapi orang berkarakter adalah orang yang baik, mampu menggunakan nilai baik tersebut melalui suatu daya juang mencapai tujuan mulia yang dicanangkan.
2.      Menurut K. H. Dewantara, ada Tri Pusat Pendidikan, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Jelaskan dengan suatu contoh peran masing-masing lingkungan tersebut.
Jawab :
a.       Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua yang bersifat  informal, yang pertama dan utama yang di alami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodratif orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Secara  sederhana keluarga di artikan sebagai kesatuan hidup bersama yang pertama di kenal anak, dan karena itu di sebut primary community.
Pendidikan keluarga ini berperan :
-            Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak. Orang tua sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta, memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga sejahtera.
-      Menjamin kehidupan emosional anak.
-      Menanamkan dasar pendidikan moral
-      Menanamkan dasar pendidikan sosial
-      Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak

b.      Lingkungan sekolah
Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Karena kamajuan zaman, maka keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi anak terhadap iptek. Semakin maju suatu masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat itu.
Dalam lingkungan pendidikan sekolah ini anak di persiapkan unuk memecahkan berbagai masalah hidup, seperti mengurus kesehatannya, mencari pekerjaan, bergaul dengan orang lain yang bukan anggota keluarga, mengurus barang-barang yang menjadi miliknya mempertahankan diri dari ancaman berbagai ancaman, dan mengenal dirinya sendiri.
Sekolah memiliki peran :
-            Pengajaran yang mendidik
       Yaitu pengajaran yang serentak memberi peluang pencapaian tujuan intruksional bidang studi dan tujuan-tujuan umum pendidikan lainnya. Dalam upaya mewujudkan pengajaran yang mendidik, perlu dikemukakan bahwa setiap keputusan dan tindakan guru dalam rangka kegiatan belajar mengajar akan membawa berbagai dampak atau efek kepada siswa.
-            Peningkatan dan pemantapan program bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah.
Seperti diketahui, bidang garapan program BP adalah perkembangan pribadi peserta didik, khususnya aspek sikap dan perilaku atau kawasan afektif.
-            Pengembangan perpustakaan sekolah
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu pusat sumber belajar, yang mengelola bukan hanya bahan pustaka tetapi juga berbagai sumber belajar lainnya.

c.       Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat akan memberikan peranan yang sangat berarti dalam diri anak, apabila di wujudkan dalam proses dan pola yang tepat. Tidak semua ilmu pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dapat di kembangkan oleh sekolah ataupun dalam keluarga, karena keterbatasan.
Peranan lingkungan masyarakat antara lain :
-            Menanamkan norma-norma sosial budaya
       Dimasyarakat  terdapat norma-norma yang harus diikuti oleh warganya dan norma-norma itu berpengaruh dalam pembentukan kepribadian warganya dalam bertindak dan bersikap. Dan norma-norma tersebut merupakan aturan-aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada generasi berikutnya. Penularan-penularan itu dilakukan dengan sadar dan bertujuan, hal ini merupakan proses dan peran pendidikan dalam masyarakat.
-            Masyarakat adalah salah satu lingkungan pendidikan yang berpengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Pandangan hidup, cita-cita bangsa, dan perkembangan ilmu pengetahuan akn mewarnai keadaan masyarakat tersebut. Dengan pendidikan di lingkungan masyarakat ini mereka diajarkan konsep-konsep dan sikap tingkah laku dalam pergaulan hidup bersama dalam masyarakat.

3.      Core ethical values yang diajarkan si AS, tidak mengaitkannya dengan agama. Kenapa demikian, berikan tanggapan anda.
Jawab :
Barat menyandarkan pendidikan karakter pada nilai-nilai universalitas yang bisa berubah – ubah sesuai kebutuhan zamannya. Nilai universalitas yang distandarkan pada baik dan buruk menurut persepsi manusia, nilai yang pada masa dan kondisi tertentu dapat diputuskan oleh penguasa sebuah Negara, nilai yang menurut mereka absolute, permanen dan bisa diterima oleh semua manusia; lintas agama, suku dan golongan. Barat sama sekali tidak menghubungkan nilai moral dan etika dengan agama. James Arthur menyebutkan bahwa pembentukan karakter ada tiga unsur, yaitu; 1) Pendidikan fisik, 2) pendidikan intelektual dan 3) pendidikan moral. Menurutnya pendidikan moral atau karakter tidak bisa dilepaskan dari nilai, dan nilai bersifat relatif, cair dan dapat berubah. Bahkan menurut kaum Marxis nilai-nilai dalam karakter dapat diputuskan oleh penguasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar